Phuthend's Blog

November 11, 2010

PROSES PENANGANAN TUNA DI PELABUHAN

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:52 pm

PROSES PENANGANAN TUNA DI PELABUHAN

Penanganan di Kapal

Tuna merupakan ikan ekonomis penting yang ada di daerah PPSNZJ, ada dua jenis tuna yang diolah disini yaitu madidihang (Thunnus albacores) dan tuna mata besar (Thunnus obesus). Madidihang memiliki bentuk tubuh lebih ramping dan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dibanding tuna mata besar.
Dari hasil wawancara, daerah penangkapan tuna adalah di bagian utara sumatera, berada pada perairan dingin di sekitar pulau Christmas, Australia. Tuna ditangkap menggunakan rawai tuna atau tuna longline. Satu tuna longline biasanya mengoperasikan 1000-2000 mata pancing untuk sekali turun. Setelah ditangkap, ikan lalu disortir. Penyortiran dilakukan untuk meminimalisir bakteri pengurai sehingga ikan tidak cepat busuk. Jenis penyortiran di atas kapal adalah sebagai berikut:

1. Headless (HDD)
Yaitu perlakuan ikan segar dengan cara memotong kepala dan pangkal ekor. Contoh ikan yang mendapat perlakuan tersebut adalah meka, marlin, dan layaran.
2. Gillnes (GTT)
Yaitu perlakuan ikan segar dengan memotong seluruh bagian sirip dan membuang isi perut. Contoh: tuna
3. Whole (WHO)
Yaitu perlakuan ikan segar dengan membiarkan seluruh tubuh tetap utuh. Contoh: cakalang, skipjack, dan tenggiri
Setelah disortir, tuna langsung dimasukkan ke dalam palka. Ada dua tipe pendinginan pada palka yaitu pendinginan menggunakan es curah dan pendinginan menggunakan freezer. Pendinginan menggunakan freezer lebih baik dibanding es curah. Hal ini dikarenakan suhu pada freezer dapat diatur. Suhu palka dipertahankan di bawah 5oC untuk mencegah kadar histamin naik.

sumber:

Penanganan di Pelabuhan
Pada saat tiba di pelabuhan, suhu palka di cek untuk memastikan suhunya masih di bawah 5oC. Setelah di check, penutup seperti tenda di pasang dari kapal ke tempat pendaratan tuna (TPT) untuk menghindari tuna terkena sinar matahari pada saat pemindahan. Sinar matahari dapat menaikkan histamine pada tuna.
Histamin adalah racun yang terdapat pada seafood yang dapat terjadinya keracunan Histamin Fish Poisoning (HFP). Walaupun tidak secara menyeluruh tetapi histamine ini ditemukan pada keluarga Scombridae dan Scombresocidae yang meliputi tuna dan mackerel. Hal ini dikarenakan kedua jenis ikan ini memiliki tingkat asam amino histidin yang tinggi pada dagingnya yang secara alami mengalami perubahan dari histidin menjadi histamine akibat adanya aktivitas bakteri (Mahendra, 2005). Histamin di dalam daging diproduksi oleh enzim yang menyebabkan dan meningkatkan pemecahan histidin melalui proses dekarboksilaksi (pemotongan gugus karbon) (Chetfel et.al dalam Mahendra, 2005). Ikan tuna segar pada dasarnya tidak mengandung histamine dalam dagingnya, tetapi setelah mengalami proses pembusukan atau dekomposisi, daging ikan ini mengandung histamine. Pembentukan histamine pada setiap spesies berbeda tergantung pada kandungan histidinnya, tipe dan banyaknya bakteri yang mengkontaminasi, serta suhu pasca panen yang menunjang pertumbuhan dan reaksi mikroba (Pan dalam Mahendra, 2005).
Setelah ikan mati, sistem pertahan tubuhnya tidak bias lagi melindungi dari serangan bakteri, bakteri pembentuk histamine mulai tumbuh dan memproduksi enzim dekarboksilase yang akan menyerang histidin dan asam amino bebas lainnya pada daging ikan. Enzim ini mengubah histidin dan asam amino bebas lainnya menjadi histamine yang memiliki karakter yang lebih bersifat alkali. Histamin terbentuk pada suhu >20oC. Segera setelah ikan mati, pembekuan merupakan cara mencegah Scombrotoxin. Menurut Taylor (2002), Histamin tidak akan terbentuk bila ikan selalu disimpan dibawah suhu 5oC. Histamin dapat dihambat dengan cara menurunkan suhu pada daging ikan sehingga suhu optimal yang dibutuhkan untuk terjadinya perubahan histidin menjadi histamine tidak tercapai, hal ini harus dilakukan sebelum histamine itu sendiri terbentuk karena histamine bersifat stabil pada suhu >20oC (Bremmer et.al.,2003). Sehingga untuk mencegah kadar histamine terbentuk, pada saat bekerja untuk memindahkan tuna, saya melakukannya secepat mungkin kedalam TPT menggunakan slider untuk mencegah paparan sinar matahari dan udara bebas terlalu lama.


Penerimaan di TPT
Tempat penerimaan tuna untuk dikemas dinamakan Tempat Pendaratan Tuna (TPT). Dari hasil pengamatan, tuna yang sudah masuk TPT kemudian diuji secara organoleptik untuk memperkirakan mutu bahan baku, ukuran dan jenis bahan baku yang sesuai. Tujuan dari uji organoleptik adalah mendapatkan bahan baku yang memenuhi persyaratan mutu dan terhindar dari kontaminasi bakteri patogen serta bebas dari mata pancing. Tuna segar yang diterima pada unit pengolahan ditangani secara cepat, cermat dan bersih serta suhu pusat ikan dipertahankan maksimal 4,4°C. Pemeriksaan terhadap mata pancing dilakukan terhadap setiap ikan dengan membuka insang dan mulut. Pemerikasaan organoleptik dilakukan oleh orang yang berpengalaman karena membutuhkan keterampilan khusus dan pengalaman bertahun-tahun untuk membedakan kualitas tuna untuk ekspor.


Pencucian I
Setelah diuji organoleptik selanjutnya ikan tuna dibersihkan dari kotoran. Tujuannya untuk mencegah kontaminasi bakteri. Pencucian dilakukan dengan cara mengusap bagian tubuh ikan dengan air dingin. Pengusapan dilakukan searah dengan susunan sisik mulai dari kepala sampai ekor. Proses dilakukan dengan cepat, cermat dan saniter serta suhu pusat ikan dipertahankan maksimal 4,4°C.


Pemotongan Sirip
Pemotongan sirip dilakukan untuk menghindari kemunduran mutu, kontaminasi bakteri patogen, dan kemudahan dalam proses pengemasan. Sirip ikan dipotong secara manual dari arah ekor ke kepala. Pemotongan dilakukan secara cepat, cermat dan saniter sehingga tidak menyebabkan pencemaran pada tahap berikutnya dengan suhu pusat ikan maksimal 4,4°C.


Sortasi Mutu
Berdasarkan hasil pengamatan, sortasi mutu dilakukan untuk mengecek kualitas daging tuna menggunakan checker (alat berbentuk besi panjang yang dapat mengambil irisan daging tuna) pada bagian belakang sirip pectoral dan pangkal ekor, bagian ini merupakan daerah yang tidak diperlukan di restoran.
Berdasarkan hasil wawancara dengan QC, kriteria penentuan kualitas daging tuna umumnya meliputi komponen dibawah ini:
1. Tekstur daging, tuna yang baik memiliki daging yang berserat dan tidak lembek saat dipegang.
2. Warna, tuna yang baik memiliki daging berwarna merah dan mata yang bening.
3. Kandungan minyak, tuna yang baik memiliki kandungan minyak.
Grade pada tuna diinisialkan dari yang kualitasnya bagus hingga yang buruk berturut-turut yaitu AAF, AA, AF, F, A , dan B+ untuk tujuan ekspor dan B untuk pasar lokal. Inisial dalam penentuan grade berbeda untuk beberapa perusahaan.


Pencucian II
Pencucian dilakukan kembali untuk memastikan kotoran dan kontaminasi bakteri telah hilang. Pencucian dilakukan dengan cara mengusap pada bagian tubuh ikan dengan air dingin. Pengusapan dilakukan searah dengan susunan sisik mulai dari kepala sampai ekor. Proses dilakukan dengan cepat, cermat dan saniter serta suhu pusat ikan dipertahankan maksimal 4,4°C. Selain bagian luar, bagian dalam tuna juga perlu dibersihkan seperti isi perut, daging di tulang pipi; sirip dorsal, ventral, dan caudal; dan darah untuk menghindari pembusukan. Menurut Omura dalam Mahendra (2005), Bakteri pembentuk histamine lebih banyak terdapat pada insang dan isi perut. Kemungkinan besar insang dan isi perut merupakan sumber bakteri ini karena jaringan otot ikan segar biasanya bebas dari mikroorganisme. Untuk ekspor ke Amerika sama seperti ekspor ke Negara lain hanya ditambahkan bagian kepala juga dipotong.
Alat yang digunakan pada penanganan tuna harus sesuai dengan SNI 01-2693.3-2006 yaitu Semua peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam penanganan tuna segar untuk sashimi mempunyai permukaan yang halus dan rata, tidak mengelupas, tidak berkarat, tidak merupakan sumber cemaran jasad renik, tidak retak dan mudah dibersihkan. Semua peralatan dalam keadaan bersih, sebelum, selama dan sesudah digunakan.


Pengusapan (swabbing)
Pengusapan dilakukan untuk membersihkan kotoran dan mencegah kontaminasi bakteri. Pengusapan dilakukan dengan cara mengusap pada bagian tubuh ikan memakai spons yang sudah direndam dengan air dingin. Pengusapan dilakukan searah dengan susunan sisik mulai dari kepala sampai ekor. Proses dilakukan dengan cepat, cermat dan saniter.


Pengepakan dan Pelabelan
Proses pengemasan sangat penting karena berpengaruh pada kualitas tuna selama diperjalanan. Jika pengemasan tidak baik maka kualitas dari daging tuna akan berubah saat sampai di Negara tujuan ekspor. Tujuan ekspor dari perusahaan pengolahan tuna segar adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Hal yang perlu dipersiapkan untuk pengemasan adalah box karton ukuran 120 x 50 x 40 cm, plastik bening, kertas stereoform, dan biang es. Pertama-tama box disiapkan lalu diberi dua buah plastik ukuran 2 x 1,5 m dan satu kertas steoroform ukuran 1,5 x 1,5 m di dalamnya. Kemudian tuna dimasukkan kedalam box tersebut. Tuna yang dimasukkan biasanya berjumlah 2-3 ekor dalam satu box. Untuk mencegah pembusukan selama perjalanan, biang es di masukkan ke bagian dalam kepala tuna dan di sekitar tubuh tuna. Setelah itu di bungkus dengan plastik tadi. Untuk mencegah es menyublim, plastik tersebut di ikat menggunakan selotip. Selanjutnya box tersebut ditutup dan diberi label. Label pada tuna tertulis no kapal, berat ikan, jenis ikan, dan grade. Sedangkan label pada kardus adalah tujuan pengiriman, nama pengirim, nama penerima, berat tuna di kemasan, dan grade. Lalu kardus tersebut diikat menggunakan tali plastik dan diberi selotip di kedua ujungnya untuk mencegah udara masuk. Terakhir dimasukkan ke dalam mobil box dan siap di ekspor.
Jenis penyortiran tuna di TPT tergantung dari Negara tujuan ekspor, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jepang
Perlakuan tuna yang akan dikirim ke Jepang meliputi pembersiha isi perut dan pemotongan sirip kaudal.
2. Uni Eropa
Perlakuan tuna yang akan dikirim ke Uni Eropa meliputi pembersihan isi perut, pemotongan sirip kaudal, dan pemotongan sirip ekor.
3. Amerika Serikat
Perlakuan tuna yang akan dikirim ke Amerika Serikat meliputi pembersihan isi perut, pemotongan sirip kaudal, pemotongan sirip ekor, dan pemotongan kepala.


Penyimpanan Dingin
Untuk Tuna yang masih menunggu waktu untuk dipasarkan maka dilakukan penampungan dalam ruang pendingin atau dengan es kering dan tetap
mempertahankan suhu pusat tuna maksimal 4,4°C.

Hanya 10% Perokok Berhasil Berhenti Merokok

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:45 pm
Tags:

Mengenal Apa Itu EXPANSION SLOT, EXPANSION CARD & EXPANSION BUS

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:44 pm
Tags:

JENIS FUNGSI
Accelerator Meningkatkan kecepatan (speed) CPU
Controller Menghubungkan floppy drive dan hard disk ke komputer, kini sudah tidak diproduksi lagi karena controller sudah ada di mainboard (onboard).
Game Menghubungkan joystick
I/O (Input/Output) Menghubungkan mouse atau printer, sudah tidak diproduksi lagi (sudah onboard).
Interface Menghubungkan scanner atau CD-ROM
Memory Menambah memori komputer
Modem Berkomunikasi dengan komputer lain melalui saluran telepon, misalnya Internet
Network Berkomunikasi dengan komputer lain atau peripheral melalui network
PC/TV Menggunakan televisi sebagai monitor
Sound Menghubungkan speaker dan microphone
Video Menghubungkan monitor komputer
Video Capture Menghubungkan kamera video
MPEG Memutar VCD

Pengertian Seni

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:42 pm
Tags:

Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Tradisional adalah aksi dan tingkah laku yang keluar alamiah karena kebutuhan dari nenek moyang yang terdahulu. Tradisi adalah bagian dari tradisional namun bisa musnah karena ketidamauan masyarakat untuk mengikuti tradisi tersebut.

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).

Kata “seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidaka usah mempersoalkan makna ini, karena kenyataannya kalu kita memperdebatkan makna yang seperti ini akan semakain memperkeruh suasana kesenian, biarlah orang memilih yang mana terserah mereka.

Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni/karya seni sudah ada + sejak 60.000 tahun yang lampau. Bukti ini terdapat pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Artefak/bukti ini mengingatkan kita pada lukisan moderen yang penuh ekspresi. Hal ini dapat kita lihat dari kebebaan mengubah bentuk. Satu hal yang membedakan antara karya seni manusia Purba dengan manusia Moderen adalah terletak pada tujuan penciptaannya. Kalau manusia purba membuat karya seni/penanda kebudayaan pada massanya adalah semat-mata hanya untuk kepentingan Sosioreligi, atau manusia purba adalah figure yang masih terkungkung oleh kekuatan-kekuatan di sekitarnya. Sedangkan manusia moderen membuat karya seni/penanda kebudayaan pada massanya digunakan untuk kepuasan pribadinya dan menggambarkan kondisi lingkungannya “mungkin”. Dengan kata lain manusia moderen adalah figure yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai cakrawala berfikir yang lebih luas. Semua bentuk kesenian paa jaman dahulu selalu ditandai dengan kesadaran magis; karena memang demikian awal kebudayaan manusia. Dari kehidupan yang sederhana yang memuja alam sampai pada kesadaran terhadap keberadaan alam

fungsi seni :
1. seni harus menciptakan kerinduan pada hidup abadi.
2. sebagai pembinaan manusia

Sejumlah Pengertian soal Seni :
Kamus Modern Bahasa Indonesia dari Mohammad Zain yang terbit sekitar tahun 1950, menerangan bahwa yang masuk seni rupa ialah seni lukis, seni pahat dan seni patung. Memang hingga kini dalam pemakaian populer, istilah “seni rupa” sering digunakan dengan lingkup pengertian yang terbatas pada seni lukis, dan seni pahat atau seni patung. Namun, pendidikan formal seni rupa di Indonesia dalam perkembangannya telah memperluas lingkup pengertian istilah itu. Pendidikan tinggi seni rupa dapat menyelenggarakan sejumlah keahlian seperti seni grafis atau desain grafis atau komunikasi visual, desain industri atau desain produk, desain interior atau arsitektur interior, desain tekstil, seni keramik, seni lukis, seni patung dan kriya kayu, logam, kulit, keramik, dan sebagainya.

I Gsuti Bagus Sugriwa dalam tulisan “Dasar-dasar Kesenian Bali” mengatakan bahwa seni berasal dari bahasa Sansekerta sani yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan atau pencarian yang jujur. Seni menurut WJS Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) yaitu suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan kecapakan yang luar biasa seperti sajak, lukisan, dan sebagainya. Atau kecakapan menciptakan sesuatu yang elok dan indah. Sementara difinisi seni menurut Ki Hadjar Dewantara adalah “segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya”. Sedangkan Thomas Munro mengatakan “seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lainnya yang melihat. Efek tersebut mencakup tanggapan-tanggapan yang berujud pengamatan, pengenalan imajinasi, rasional maupun emosional”.

Lebih lanjut Herbert Read (1962) mengatakan bahwa lahirnya sebuah karya seni melalui beberapa tahapan sebagai suatu proses. Tahap pertama, pengamatan kualitas-kualitas bahan seperti tekstur, warna dan banyak lagi kualitas fisik lainnya yang sulit untuk didifinisikan. Tahap kedua, adanya penyusunan hasil dari pengamatan kualitas tadi dan menatanya menjadi suatu susunan. Tahap ketiga, proses suatu objektifikasi dari tahapan-tahapan di atas yang berhubungan dengan keadaan sebelumnya. Keindahan yang berakhir pada tahapan pertama belum dapat disebut seni, karena seni jauh telah melangkah ke arah emosi atau perasaan. Seni telah mengarah pada ungkapan sebagai “pengekspresian” dengan tujuan untuk komunikasi perasaan.

Berdasarkan uraian di atas dan pengertian secara umum seni dapat diterjemahkan atau diinterpretasikan sebagai ungkapan atau ekspresi, bentuk, arti, simbol, abstrak, indah, guna atau pakai, kepandaian, kepintaran, kemahiran atau ketangkasan, wakilan (representatif), cantik, molek, mungil atau kecil, rumit, halus, fungsi, kreasi, imajinasi, intuisi dan lain sebagainya.

seni tari adalah: ungkapan perasaan melalui sebuah gerakan yang mengikuti irama.

 

Setting Jaringan Warnet super Speedy diWindows XP

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:41 pm
Tags:

Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet (Warnet) selama ini dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang sudah lama berkecimpung didunia IT Administrator. Dengan mematok biaya yang cukup lumayan mereka bersedia membantu kita dalam membangun sebuah Warnet yang hendaknya akan kita gunakan sebagai Unit Produksi. Ketidaktahuan tentang bagaimana sebuah sistem jaringan dapat berjalan lancar adalah alasan utama kita untuk terus menggunakan tenaga mereka. Berangkat dari keadaan tersebut maka saya menuliskan panduan ini. Sengaja dibuat dengan menampilkan langkah demi langkah agar dapat dimengerti dan dipahami bahkan oleh seorang yang sama sekali belum mengenal jaringan.Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :
· MotherBoard : P4 3,0 sudah cukup
· Ram : 1 Ghz atau sesuai selera
· Harddisk : 80 GB atau sesuai selera
· NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
· Vga 64 Mb
· Drive : DVD / CD Writer
· Spesifikasi lain : Optional
b. Software :
· Windows XP SP2 kalau isa yang ori (Kalau ngk mau kena Swipping pihak Microsoft) Hehehehheheheeh
· Bandwith Controller / Manager
· Billing System Explorer
· Anti Virus yang Free
· Firewall
· Anti Spyware, Malware, Adware
2. PC Client
a. Hardware :
· MotherBoard : P 4 atau selera anda
· Ram : 256 MB
· Harddisk : 40 Ghz
· VGA Card : Optional untuk Game
b. Software :
· Windows XP SP2
· Browsing Tools :
1. Internet Explorer
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera
4.Saffari
· Chatting Tools :
1. Yahoo Messenger (Free)
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ
5.Google talk
· Game Online, Example:
1. Warcraft III
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb
· Adobe Reader (Free) ( Foxit reader)
· 7 Zip
· Winamp (Free)
· Irvan View
· Open Office
· Billing System, dsb
Sistem Operasi Windows memang sangat mahal, untuk itu kita bisa mensiasatinya dengan membeli CPU second Built-up dari luar negeri yang masih bagus. Biasanya selain kualitasnya lebih tinggi dari pada CPU rakitan, CPU Built-up dari luar negeri juga sudah dilengkapi dengan, Sistem Operasi Standar Windows.
3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.
Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .
Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System

b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.

c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.

ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.

iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.

iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.
2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now

c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.

Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.

2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.

4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).

Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).

2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.

3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.

4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).

5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.

6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.

7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.

Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan
barunya.

9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.

Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.
Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah http://www.billingexplorer.com dan http://www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.

Selamat mencoba
Salam Berbagi Ilmu

Asal usul suku Indian (Amerika)

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:38 pm
Tags:

Asal usul suku Indian (Amerika)



Benarkah orang Indian berasal dari Asia? Dengan cara bagaimanakah mereka sampai di sana? Apakah bahasa dan peradaban orang Indian di Amerika Utara dan Amerika Selatan sama atau berbeda-beda? Apakah mereka bercampur dengan keturunan bangsa lain, apa agama mereka? Apakah ada perlakuan khusus oleh pemerintah Amerika terhadap orang Indian? Bagaimana peranan mereka dalam pemerintahan?

Para ahli memang menduga orang Indian Amerika berasal dari Asia. Mereka diperkirakan datang sekitar 20 ribu hingga 35 ribu tahun yang lalu, melalui tanah genting yang menghubungkan Siberia dengan Alaska.

Tanah genting itu sudah tenggelam karena naiknya permukaan air laut dan kini menjadi Selat Bering. Dugaan ini dilandaskan pada kenyataan bahwa tidak pernah ditemukan fosil cikal-bakal manusia purba di benua Amerika, padahal fosil-fosil yang ditemukan di tempat lain menunjukkan bukti kuat terjadinya evolusi primata menjadi manusia.

Dugaan ini diperkuat oleh kenyataan bahwa bangsa Indian termasuk ras Mongoloid dengan ciri-ciri rambut hitam lurus, kulit coklat kemerah-merahan, mata hitam, tubuh tidak banyak berbulu,tulang pipi menonjol, dan wajah pada umumnya lebar.

Budaya dan bahasa orang Indian berbeda-beda antara satu kawasan dengan kawasan yang lain. Ada yang memiliki peradaban tinggi seperti yang terlihat dari peninggalan suku Aztec dan Inca dan ada pula yang memiliki budaya sangat primitif. Begitupun dalam hal bahasa, sangat beragam.

Di Amerika Serikat saja misalnya, terdapat sekitar 400 bahasa Indian yang digunakan oleh kira-kira 500 suku dan sub-suku. Suku yang satu tidak memahami bahasa yang dipakai suku lainnya.

Mengenai percampuran dengan bangsa lain: di benua Amerika bagian tengah dan selatan yang lazim disebut Amerika Latin percampuran darah Indian dan kulit-putih, terutama Spanyol dan Portugis, sudah berlangsung ratusan tahun.

Keturunan campuran ini yang disebut mestis kini merupakan mayoritas penduduk negara-negara Amerika Tengah seperti Honduras, Nikaragua dan El Salvador. Di Amerika Selatan, negara-negara yang mayoritas penduduknya campuran Indian dan pendatang adalah: Venezuela, Colombia, Ecuador, Peru dan Bolivia.

Mengenai agama, di Amerika Tengah dan Selatan kegiatan penginjilan merupakan salah satu tujuan utama para pendatang Spanyol dan Portugis ratusan tahun yang lalu. Sebab itu tidak mengherankan jika sebagian besar keturunan Indian dan campuran di kedua wilayah ini memeluk agama Katolik atau Kristen lainnya. Tetapi sebagian penduduk asli Indian yang hidup terpencil masih menganut animisme.

Peranan keturunan Indian dalam pemerintahan sudah tentu lebih besar di negara-negara yang mayoritas penduduknya Indian atau campuran Indian. Banyak sekali mereka yang menjadi pejabat tinggi negara.

Mengenai perlakuan istimewa,di Amerika Serikat di wilayah-wilayah khusus yang diperuntukkan bagi suku-suku Indian yang disebut wilayah reservasi, orang Indian menjalankan pemerintahan sendiri. Para kepala suku dan anggota majelis suku yang dipilih secara demokratis mewakili suku dalam perundingan menyangkut air, manajemen tanah, dan soal-soal lain dengan pemerintah federal, negara-bagian dan lokal.

Mereka juga memiliki sistem peradilan sendiri. Pemerintah federal Amerika Serikat melalui Biro Urusan Indian memberi bantuan di bidang pendidikan, perawatan kesehatan, pembangunan perumahan, pembinaan badan usaha dsb-nya.

 

 

Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim. Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke perpustakaan kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.

Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah

Subhanalloh….Kok bisa?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn

Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Bicara tentang Cherokee tentu saja tidak bisa lepas dari Sequoyah (portait kiri atas). Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar kanan). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.

Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda, 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda, sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

”Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini.

Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies.

Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”

Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.

Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.(Early Tokyo/sbl)

 

Sejarah suku-suku asli amerika (Indian) !!?

Colombus menjejakkan kakinya di Amerika di akhir abad ke-15 Masehi. Lima abad sebelum Colombus tiba, para pelaut Muslim dari Granada dan Afrika Barat sudah menjejakkan kaki di daratan-benua yang masih perawan dan hanya ditinggali oleh suku-suku asli yang tersebar di beberapa bagiannya.

Imigran Muslim pertama di daratan ini tiba sekira tahun 900 Masehi sampai setengah abad kemudian pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Salah satunya bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordova. Orang-orang Islam inilah yang mendakwahkan Islam pada suku-suku asli Amerika. Sejumlah suku Indian Amerika pun telah memeluk Islam saat itu antara lain suku Iroquois dan Alqonquin.

Lalu, setelah jatuhnya Granada tahun 1492, yang kemudian disusul oleh gerakan Inkuisisi yang dilakukan Gereja terhadap orang-orang Islam dan Yahudi di Spanyol, maka imigran kedua tiba di Amerika sekira pertengahan abad ke-16 Masehi. Tahun 1539, Raja Spanyol, Carlos V, melarang bagi Muslim Spanyol hijrah ke Amerika.

Menurut prasasti berbahasa Arab yang ditemukan di Mississipi Valey dan Arizona, dikatakan jika orang-orang Islam yang datang ke daratan ini juga membawa gajah dari Afrika.

Colombus sendiri datang ke Amerika lima abad kemudian. Dalam ekspedisi pertamanya, Colombus dibantu dua nakhoda Muslim bersaudara bernama Martin Alonzo Pizon yang memimpin kapal Pinta dan Vicente Yanez Pizon yang ada di kapal Nina. Kedua bersaudara ini masih kerabat dari Sultan Maroko dari Dinasti Marinid, Abuzayan Muhammad III (1362-1366).

Catatan harian Colombus menyatakan jika pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, mereka mengaku telah melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Doktor Barry Fell dari Oxford University juga menemukan jika berabad sebelum Colombus tiba di Amerika, sekolah-sekolah Islam sudah tersebar di banyak wilayah. Antara lain di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, Mesa Verde di Colorado, Hickison Summit Pass di Nevada, Mimbres Valley di Mexico, dan Tipper Canoe-Indiana. Di berbagai kota besar Amerika Serikat. Di tengah kota Los Angeles, terdapat daerah bernama Alhambra, juga nama Teluk El-Morro dan Alamitos. Juga nama-nama seperi Andalusia, Aladdin, Alla, Albani, Alameda, Almansor, Almar, Amber, Azure, dan La Habra. Semuanya nama Islam.

Di tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois, terdapat nama-nama kota kecil seperti Albany, Atalla, Andalusia, Tullahoma, dan Lebanon. Di negara bagian Washington juga ada nama daerah Salem. Di Karibia yang juga berasal dari kata Arab, terdapat nama Jamaika dan Kuba, yang berasal dari bahasa Arab “Quba”. Ibukota Kuba, Havana juga berasal dari bahasa Arab “La Habana”.

Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Canada ada 81.

Dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, nama keduanya juga telah ditorehkan para pionir Muslim di tanah Amerika jauh sebelum Colombus lahir. Nama Mecca ada di Indiana, lalu Medina ada di Idaho, New York, North Dakota, Ohio, Tenesse, Texas, Ontario-Canada. Bahkan di Illinois ada kota kecil bernama Mahomet yang berasal dari nama Muhammad.

Suku-suku asli Amerika ternyata juga banyak yang berasal dari nama Arab, antara lain Suku Apache, Anasazi, Arawak, Cherokee, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mohigan, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Bahkan kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Se-quo-yah yang menciptakan silabel huruf Indian yang disebut Cherokee Syllabari pada 1821 ternyata seorang Muslim dan senantiasa mengenakan sorban, bukan ikat kepala dari bulu burung seperti yang ada di film-film wild-west ala Hollywood.

Beberapa kepala suku Indian yang juga selalu mengenakan sorban di antaranya Sioux, Chippewa, Yuchi, Iowa, Sauk, Creek, Kansas, Miami, Potawatomi, Fox, Seminole, dan Winnebago. Foto-foto para kepala suku Indian tersebut yang bersorban saat ini masih disimpan di berbagai museum dan arsip nasional Amerika, antara lain yang ada di Philadelphia. Foto-foto itu berasal dari tahun 1835 dan 1870.

 

PEDOMAN FORMAT PENULISAN TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:32 pm
Tags:

PEDOMAN FORMAT PENULISAN TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI

Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

2009


DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN

Bab I Pendahuluan ………………………………………………………………………………..4

I.1 Tujuan…………………………………………………………………………………………..4

I.2 Kertas……………………………………………………………………………………………4

I.3 Pencetakan dan Penjilidan……………………………………………………………….4

I.4 Perbaikan Kesalahan……………………………………………………………………….5

I.5 Kaidah Penulisan……………………………………………………………………………5

I.6 Pemakaian Bahasa Indonesia Baku…………………………………………………..5

Bab II Bagian-Bagian Skripsi dan tugas akhir ……………………………………………………7

II.1 Pendahuluan…………………………………………………………………………………………7

II.2 Abstrak………………………………………………………………………………………………..7

II.3 Abstract……………………………………………………………………………………………….8

II.4 Bagian Persiapan Skripsi dan tugas akhir……………………………………………….. 8

II.5 Tubuh Utama Skripsi dan tugas akhir………………………………………………………8

II.6 Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………8

II.7 Lampiran……………………………………………………………………………………………..9

II.8 Penomoran halaman………………………………………………………………………………9

Bab III Bagian Persiapan Skripsi dan tugas akhir………………………………………………..10

III.1 Sampul……………………………………………………………………………………………….10

III.2 Halaman Pengesahan……………………………………………………………………………10

III.3 Halaman Lembar Surat Plagiat………………………………………………………………11

III.4 Halaman Peruntukan…………………………………………………………………………….11

III.5 Halaman Kata Pengantar………………………………………………………………………11

III.6 Halaman Daftar Isi……………………………………………………………………………….12

III.7 Halaman Daftar Tabel………………………………………………………………………….13

III.8 Halaman Daftar Gambar………………..…………………………………………………….13

III.9 Halaman Daftar Simbol.……………………………………………………………………….13

III.10 Halaman Daftar Lampiran…………………………………………………………………..14

Bab IV Tubuh Utama Skripsi dan tugas akhir…………………………………………………….15 IV.1 Bagian Tubuh Utama……………………………………………………………………………….15

IV.2 Bab Pendahuluan…………………………………………………………………………………15

IV.3 Bab Tinjauan Pustaka…………………………………………………………………………..15

IV.4 Bab-bab dalam Tubuh Utama Skripsi dan tugas akhir……………………………..16

IV.5 Bab Kesimpulan………………………………………………………………………………….16

Bab V Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………17

Bab VI Cara Membuat Gambar Dan Tabel………………………………………………………..19

VI.1 Gambar……………………………………………………………………………………………..19

VI.2 Gambar yang Tidak Dapat Diterima……………………………………………………..19

VI.3 Cara Meletakkan Gambar…………………………………………………………………….19

VI.4 Penomoran Gambar dan Pemberian Judul Gambar………………………………….20

VI.5 Potret…………………………………………………………………………………………………20

VI.6 Sumber Gambar………………………………………………………………………………….20

VI.7 Tabel…………………………………………………………………………………………………20

VI.8 Tabel Data Sekunder……………………………………………………………………………21

Bab VII Pedoman Lain…………………………………………………………………………………….22

VII.1 Lambang……………………………………………………………………………………………22

VII.2 Satuan dan Singkatan………………………………………………………………………….22

VII.3 Angka……………………………………………………………………………………………….22

VII.4 Cetak Miring (Italic)…………………………………………………………………………..23

VII.5 Penulisan Rumus dan Perhitungan Numerik………………………………………….24

VII.6 Cara Penulisan Judul Bab dan Judul Anak Bab………………………………………24

VII.7 Kutipan……………………………………………………………………………………………..25


Bab I Pendahuluan

I.1 Tujuan

Buku Pedoman Format Penulisan Skripsi dan tugas akhir Diploma dan sarjana 2009 ini, untuk seterusnya disebut buku pedoman, disusun dengan tujuan untuk memudahkan mahasiswa D3 dan S1 menulis skripsi dan tugas akhir. Ketentuan dalam buku pedoman ini, beserta semua format yang terkandung di dalamnya, harus diikuti dalam penulisan skripsi dan tugas akhir. Buku pedoman ini, sebagai revisi dari buku pedoman 2004 yang berlaku di Universitas Komputer Indonesia. Jika setelah penulisan skripsi dan tugas akhir mahasiswa D3 dan S1 ingin menerbitkan skripsi dan tugas akhir atau sebagian dari skripsi dan tugas akhirnya dalam suatu majalah ilmiah, pedoman beserta ketentuan-ketentuan dari majalah ilmiah itulah yang harus diikuti.

Buku pedoman ini berusaha mencakup semua segi yang berkaitan dengan penulisan skripsi dan tugas akhir meskipun dari semula sudah disadari masih terdapat kekurangan. Saran-saran perbaikan mohon disampaikan kepada panitia dokumentasi tugas akhir Diploma dan sarjana.

I.2 Kertas

Skripsi dan tugas akhir dicetak pada kertas HVS berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM). Naskah skripsi dan tugas akhir dicetak dengan batas 4 cm dari tepi kiri dan tepi atas kertas, dan 3 cm dari tepi kanan dan tepi bawah kertas. Naskah asli skripsi dan tugas akhir dalam bentuk final dicetak sebanyak minimal 3 buah eksemplar untuk diserahkan ke UNIKOM serta untuk arsip pribadi dan dapat diperbanyak dengan membuat fotocopi pada kertas HVS 80 GSM berukuran sama untuk keperluan lain (sesuai dengan petunjuk pembimbing).

I.3 Pencetakan dan Penjilidan

Naskah skripsi dan tugas akhir dibuat dengan bantuan komputer menggunakan pencetak (printer) dengan tinta berwarna hitam (bukan dot matrix) dan dengan huruf jenis Times New Roman, dengan ukuran Font 12. Khusus untuk pencetakan gambar-gambar berwarna, pada naskah asli dapat dicetak berwarna.

(1) Naskah dicetak pada satu muka halaman (tidak bolak-balik).

(2) Baris-baris kalimat naskah skripsi dan tugas akhir berjarak dua spasi.

(3) Penyimpangan dari jarak dua spasi tersebut (menjadi satu spasi) dilakukan pada notasi blok yang masuk ke dalam, catatan kaki, judul keterangan dan isi diagram, tabel, gambar, dan daftar pustaka.

(4) Baris pertama paragraf baru berjarak tiga spasi dari baris terakhir paragraf yang mendahuluinya.

(5) Huruf pertama paragraf baru dimulai dari batas tepi kiri naskah. Jangan memulai paragraf baru pada dasar halaman, kecuali apabila cukup tempat untuk sedikitnya dua baris. Baris terakhir sebuah paragraf jangan diletakkan pada halaman baru berikutnya, tinggalkan baris terakhir tersebut pada dasar halaman.

(6) Huruf pertama sesudah tanda-baca koma (,), titik-koma (;), titik-ganda (:) dan titik (.) dicetak dengan menyisihkan suatu rongak (ruangan antara dua huruf) di belakang tanda-baca tersebut.

(7) Bab baru diawali dengan halaman yang baru (nomor halaman berlanjut dari halaman bab sebelumnya).

(8) Bentuk penjilidan adalah jilid buku.

(9) Halaman kosong untuk pemisah bab baru berbentuk kertas pembatas berlogokan UNIKOM berwarna biru muda.

Cara pencetakan catatan kaki dijelaskan pada halaman 15, cara pencetakan kutipan pada halaman 26, judul bab pada halaman 25 dan judul tabel pada halaman 11.

I.4 Perbaikan Kesalahan

Naskah skripsi dan tugas akhir final tidak boleh mengandung kesalahan, ataupun perbaikan kesalahan.

I.5 Kaidah Penulisan

Penulisan skripsi dan tugas akhir harus mengikuti kaidah penulisan yang layak seperti

(1) Penggunaan bahasa dan istilah yang baku dengan singkat dan jelas sesuai EYD.

(2) Mengikuti kelaziman penulisan pada disiplin keilmuan yang diikuti.

I.6 Pemakaian Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Indonesia yang digunakan dalam naskah skripsi dan tugas akhir harus bahasa Indonesia dengan tingkat keresmian yang tinggi dengan menaati kaidah tata bahasa resmi. Kalimat harus utuh dan lengkap. Pergunakanlah tanda baca seperlunya dan secukupnya agar dapat dibedakan anak kalimat dari kalimat induknya, kalimat keterangan dari kalimat yang diterangkan, dan sebagainya.

Kata ganti orang, terutama kata ganti orang pertama (saya dan kami), tidak digunakan, kecuali dalam kalimat kutipan. Susunlah kalimat sedemikian rupa sehingga kalimat tersebut tidak perlu memakai kata ganti orang.

Suatu kata dapat dipisahkan menurut ketentuan tata bahasa. Kata terakhir pada dasar halaman tidak boleh dipotong. Pemisahan kata asing harus mengikuti cara yang ditunjukkan dalam kamus bahasa asing tersebut.

Gunakanlah buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Bab II Bagian-Bagian Skripsi dan Tugas Akhir

II.1 Pendahuluan

Pada buku pedoman ini naskah skripsi dan tugas akhir dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

(1) abstrak

(2) bagian persiapan

(3) tubuh utama skrisi dan tugas akhir

(4) daftar pustaka

(5) lampiran.

II.2 Abstrak

Abstrak yang dimaksudkan merupakan extended abstract terdiri atas satu halaman abstrak atau lebih yang memuat abstrak skripsi dan tugas akhirnya sendiri. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, masing-masing dimulai pada halaman baru.

Abstrak terdiri atas 500 – 800 kata dan memuat permasalahan yang dikaji, metode yang digunakan, ulasan singkat, serta penjelasan hasil dan kesimpulan yang diperoleh. Di dalam abstrak tidak boleh ada referensi.

Abstrak skripsi dan tugas akhir dicetak dengan jarak satu spasi dan mempunyai batas tepi yang sama seperti tubuh utama skripsi dan tugas akhir. Halaman-halaman yang memuat abstrak skripsi dan tugas akhir diberi judul ABSTRAK, yang berjarak ± 3 cm dari tepi atas kertas. Halaman ini juga memuat judul skripsi dan tugas akhir, nama lengkap mahasiswa dan NIM yang bersangkutan. Kalimat pertama abstrak skripsi dan tugas akhir berjarak 1,5 spasi dari baris terakhir NIM mahasiswa. Kata pertama atau awal paragraf baru dipisahkan dengan dua spasi dari kalimat terakhir paragraf yang mendahuluinya. Format halaman abstrak dapat dilihat pada lampiran 2 buku pedoman ini.

Lembar abstrak diakhiri dengan daftar kata kunci (keywords).

II.3 Abstract

Terjemahan bahasa Inggris dari abstrak dan memiliki aturan yang sama dengan abstrak (untuk penulisan bahasa asing menggunakan huruf miring).

II.4 Bagian Persiapan Skripsi dan tugas akhir

Bagian persiapan skripsi dan tugas akhir terdiri atas (urutan harap diperhatikan):

(1) sampul

(2) halaman sampul skripsi dan tugas akhir

(3) halaman pengesahan pembimbing (pertama) dan pengesahan penguji (kedua)

(4) halaman lembar surat pernyataan plagiat

(5) halaman peruntukan (kalau ada)

(6) halaman kata pengantar

(7) halaman daftar isi

(8) halaman daftar tabel

(9) halaman daftar gambar

(10) halaman daftar simbol atau lambang

(11) halaman daftar lampiran

II.5 Tubuh Utama Skripsi dan tugas akhir

Tubuh utama skripsi dan tugas akhir terdiri atas:

(1) pendahuluan, yang merupakan bab pertama

(2) tinjauan pustaka (sejarah instansi kalau software bersifat private dan landasan teori) yang merupakan bab kedua

(3) bab-bab isi utama skripsi dan tugas akhir (Analisis dan Perancangan Sistem à Bab III, Implementasi dan Pengujian Sistem à Bab IV, dan Kesimpulan dan Saran à Bab V).

II.6 Daftar Pustaka

Daftar pustaka akan diuraikan setelah bab V dan penulisannya disesuakan dengan aturan penulisan daftar pustaka yang baku.

II.7 Lampiran

Lampiran dapat terdiri atas beberapa buah. Lampiran dapat memuat keterangan tambahan, penurunan rumus, contoh perhitungan, data mentah, penelitian dan sebagainya, yang kalau dimasukkan ke dalam tubuh skripsi dan tugas akhir akan mengganggu kelancaran pengutaraan skripsi dan tugas akhir. Setiap lampiran diberi nomor yang berupa huruf kapital abjad Latin A, B, C, … dan seterusnya diikuti dengan nomor halaman (contoh A-1, A-2, B-1,dst) dan bukan melanjutkan nomor dari halaman sebelumnya.

Lampiran didahului oleh satu halaman yang hanya memuat kata LAMPIRAN di tengah halaman. Halaman ini tidak diberi nomor. Lampiran dapat berupa tabel, gambar, dan sebagainya yang dianggap tidak merupakan bagian tubuh utama skripsi dan tugas akhir (contoh terlampir).

II.8 Penomoran halaman

Halaman-halaman abstrak dan bagian persiapan skripsi dan tugas akhir diberi nomor yang terpisah dari nomor halaman tubuh utama skripsi dan tugas akhir. Halaman-halaman bagian persiapan diberi nomor dengan angka Romawi i, ii, iii, iv, …, … x, xi, … untuk membedakan dari nomor halaman tubuh utama skripsi dan tugas akhir yang berupa angka Arab.

Halaman tubuh utama skripsi dan tugas akhir diberi angka Arab 1, 2, 3, …. Nomor halaman dituliskan di tengah, 1,5 cm di atas tepi bawah kertas (untuk halaman pertama setiap bab) dan di kanan 1,5 cm di bawah tepi atas kertas (untuk halaman selanjutnya). Nomor halaman lampiran bukan kelanjutan dari nomor halaman tubuh utama skripsi dan tugas akhir. Cara menuliskan nomor halaman sama dengan cara menuliskan nomor halaman tubuh utama skripsi dan tugas akhir.

Bab III Bagian Persiapan Skripsi dan tugas akhir

III.1 Sampul

Sampul skripsi dan tugas akhir berwarna hitam. Pada sampul tersebut dicetak judul skripsi dan tugas akhir, nama lengkap mahasiswa D3 dan S1, baris UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA dan tahun penyelesaian. Judul skripsi dan tugas akhir, nama lengkap mahasiswa D3 dan S1 dan baris UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA ditulis dengan huruf kapital dan dicetak dengan tinta perak.

Pada punggung sampul dituliskan nama penulis, judul, dan tahun skripsi dan tugas akhir.

Jenis dan ukuran huruf ditentukan sebagai berikut:

Judul Skripsi dan tugas akhir:

Jenis huruf (font) : Times New Roman Capital

Ukuran huruf : ukuran (font) 14, cetak tebal (bold)

Kata “SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR” : sama dengan judul Kalimat di bawah

skripsi dan tugas akhir jenis huruf sama,

ukuran 12, cetak tebal

Kata “oleh” : ukuran 12, cetak tebal

Nama mahasiswa : ukuran 14, cetak tebal

NIM dan nomor NIM : ukuran 14, cetak tebal

Program Studi : ukuran 14, cetak tebal

Lambang UNIKOM : ukuran tinggi 3,5 cm dan “kosong” (lihat

contoh pada lampiran)

UNIVERSITAS KOMPUTER

INDONESIA dan tahun penyelesaian : ukuran 14, cetak tebal.

Contoh format penulisan sampul skripsi dan tugas akhir dapat dilihat pada lampiran.

III.2 Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan dicetak pada halaman baru dan terbagi menjadi dua halaman. Halaman pertama antara lain memuat judul skripsi dan tugas akhir, nama mahasiswa D3 dan S1, NIM, program studi, nama dan tanda tangan pembimbing serta tanggal pengesahan skripsi dan tugas akhir. Jika pembimbing lebih dari satu orang, nama pembimbing ditulis sejajar dimulai dengan pembimbing pertama di kiri dan diikuti dengan pembimbing kedua di sebelah kanan. Di bawahnya diikuti dengan tanda tangan ketua jurusan Teknik Informatika yang sedang menjabat. Sedangkan untuk halaman kedua merupakan pengesahan dari tiga penguji sidang dengan format yang sama dengan lembar pengesahan yang sebelumnya. Isi lengkap, format susunan, dan cara penulisan halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran.

III.3 Halaman Lembar Surat Plagiat

Halaman lembar surat plagiat dicetak pada halaman baru dan diberi perihal PLAGIAT TUGAS AKHIR. Halaman ini memuat pernyataan yang menyatakan bahwa peserta tugas akhir yang bersangkutan tidak melakukan kecurangan dalam bentuk meniru, menyalin , maupun menjiplak secara keseluruhan tugas akhir orang lain. Surat ini ditanda tangani oleh peserta tugas akhir yang bersangkutan dan diberi materai 6000 rupiah. Untuk keterangan lebih jelas dapat dilihat di lampiran

III.4 Halaman Peruntukan

Halaman peruntukan (dedication) bukan halaman yang diharuskan. Jika ada, pada halaman tersebut dituliskan untuk siapa skripsi dan tugas akhir tersebut didedikasikan beserta sepenggal kata mutiara (tidak wajib). Contoh halaman peruntukan dapat dilihat pada lampiran.

III.5 Halaman Kata Pengantar

Halaman kata pengantar dicetak pada halaman baru. Pada halaman ini mahasiswa D3 dan S1 berkesempatan untuk menyatakan terima kasih secara tertulis kepada pembimbing dan perorangan lain yang telah memberi bimbingan, nasihat, saran dan kritik, kepada mereka yang telah membantu melakukan penelitian, kepada perorangan atau badan yang telah memberi bantuan keuangan, dan sebagainya.

Cara menulis kata pengantar beraneka ragam, tetapi semuanya hendaknya menggunakan kalimat yang baku. Ucapan terima kasih agar dibuat tidak berlebihan dan dibatasi hanya yang “scientifically related”.

Halaman kata pengantar seperti tercantum pada lampiran hanyalah merupakan suatu contoh saja.

III.6 Halaman Daftar Isi

Halaman daftar isi dicetak pada halaman baru dan diberi judul DAFTAR ISI yang ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhiri dengan titik. Halaman ini memuat nomor bab, nomor anak bab, judul bab dan judul anak-bab dan nomor halaman tempat judul bab dan judul anak bab dimuat. Ketiganya masing-masing dituliskan pada tiga kolom yang berurutan.

Nomor bab ditulis dengan angka Romawi tanpa diakhiri dengan titik, sedangkan nomor anak bab ditulis dengan angka Romawi dan angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik, angka Romawi menunjukkan nomor bab, sedangkan angka Arab menunjukkan nomor urut anak-bab dalam bab. Nomor dan judul anak pada anak bab, jika ada, tidak perlu dimuat pada halaman daftar isi. Akan tetapi nomor anak pada anak-bab ditulis dengan satu angka Romawi dan dua angka Arab yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik, angka Romawi menunjukkan nomor bab, angka Arab pertama menunjukkan nomor urut anak-bab dalam bab, sedangkan angka Arab yang kedua menunjukkan nomor urut anak pada anak-bab tersebut.

Judul bab, judul anak-bab dan anak pada anak-bab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dengan huruf kapital. Judul bab dan judul anak-bab tidak diakhiri dengan titik, sebab judul bukanlah sebuah kalimat.

Halaman daftar isi terdiri atas satu halaman atau lebih. Contoh halaman daftar isi, format susunan, dan cara penulisan halaman daftar isi dapat dilihat pada lampiran. Daftar isi sebaiknya bukan diketik, tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor.

Untuk lembar judul dan lembar pengesahan tidak diberikan nomor halaman. Dan untuk lembar plagiat tidak perlu dicantumkan di bagian daftar isi.

III.7 Halaman Daftar Tabel

Halaman daftar tabel dicetak pada halaman baru. Halaman ini memuat nomor tabel, judul atau nama tabel, dan nomor halaman tempat tabel dimuat. Penulisan nomor tabel sama dengan penulisan nomor gambar/ilustrasi, penulisan judul atau nama tabel juga sama dengan penulisan judul gambar/ilustrasi. Nomor halaman yang ditulis dengan angka Arab menunjukkan nomor halaman tempat tabel dimuat.

Contoh halaman daftar tabel, format susunan dan cara penulisan halaman daftar tabel dapat dilihat pada lampiran. Daftar tabel sebaiknya bukan diketik, tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor.

III.8 Halaman Daftar Gambar

Halaman daftar gambar dan ilustrasi dicetak pada halaman baru. Halaman ini memuat nomor gambar/ilustrasi, judul gambar/ilustrasi, dan nomor halaman tempat gambar/ilustrasi dimuat. Nomor gambar/ilustrasi ditulis dengan dua angka yang dipisahkan sebuah titik. Angka pertama yang ditulis dengan angka Romawi menunjukkan nomor bab tempat gambar tersebut terdapat, sedangkan angka kedua yang ditulis dengan angka Arab menunjukkan nomor urut gambar/ilustrasi dalam bab. Judul atau nama gambar/ilustrasi ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama kata pertama yang ditulis dengan huruf kapital. Baris-baris judul gambar dipisahkan dengan satu spasi. Nomor halaman yang dituliskan dengan angka Arab menunjukkan nomor halaman tempat gambar/ilustrasi dimuat.

Contoh halaman daftar gambar dan ilustrasi, format susunan dan cara penulisan halaman daftar gambar dan ilustrasi dapat dilihat pada lampiran. Daftar gambar dan ilustrasi sebaiknya bukan diketik, tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor.

III.9 Halaman Daftar Simbol

Sama seperti sebelumnya, halaman daftar simbol ini menampung simbol-simbol yang digunakan dalam laporan tugas akhir atau skripsi ini. Semua simbol yang digunakan harus dimasukkan dalam halaman ini dan dipisahkan dalam tabel-tabel yang berisi gambar simbol dan keterangan simbol berdasarkan alat bantu yang digunakan.

III.10 Halaman Daftar Lampiran

Halaman daftar lampiran dicetak pada halaman baru. Halaman ini memuat nomor lampiran, anak-lampiran, judul lampiran, dan judul anak-lampiran serta nomor halaman tempat judul lampiran dan judul anak-lampiran dimuat.

Urutan lampiran dituliskan dengan huruf kapital abjad Latin A, B, …. dan seterusnya, serta urutan anak-lampiran dituliskan dengan angka Arab. Nomor anak-lampiran tersebut menunjukkan nomor urut dalam lampiran. Cara penulisan judul lampiran dan judul anak-lampiran sama seperti penulisan judul bab dan judul anak-bab pada halaman daftar isi.

Contoh halaman daftar lampiran, format susunan, dan cara penulisan halaman lampiran dapat dilihat pada lampiran. Daftar lampiran sebaiknya bukan diketik, tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor.

Bab IV Tubuh Utama Tugas Akhir dan Skripsi

IV.1 Bagian Tubuh Utama

Dalam tubuh utama skripsi dan tugas akhir dimuat skripsi dan tugas akhir mahasiswa D3 dan S1. Isi seluruh tubuh utama sepenuhnya adalah tanggung jawab mahasiswa D3 dan S1 dan pembimbing. Tubuh utama dibagi menjadi beberapa bab, diawali dengan bab pendahuluan dan diakhiri dengan daftar pustaka. Jumlah bab dibagi menjadi tiga bagian, menurut keperluan mahasiswa D3 dan S1 yang wajar dalam mengemukakan tugas akhir dan skripsi.

IV.2 Bab Pendahuluan

Bab pendahuluan sedikitnya memuat (boleh dirinci dalam bentuk sub bab) hal-hal berikut :

(1) Latar Belakang Masalah

(2) Perumusan Masalah

(3) Maksud dan Tujuan

(4) Batasan masalah

(5) Metodologi Penelitian

a. Pengumpulan Data

b. Pembangunan Perangkat Lunak

(6) Sistematika Penulisan.

Judul bab, yaitu Pendahuluan, yang ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama, dicetak sejajar dengan Bab I tanpa titik di belakang huruf terakhir dan diletakkan secara simetrik (centered) pada tengah halaman.

IV.3 Bab Tinjauan Pustaka

Bab tinjauan pustaka berisi uraian tentang sejarah instansi (bagian pertama dan hanya untuk pembangunan perangkat lunak yang bersifat private) serta alur pikir dan perkembangan keilmuan topik kajian (bagian kedua). Pada hakikatnya, hasil penelitian seorang peneliti bukanlah satu penemuan baru yang berdiri sendiri melainkan sesuatu yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya. Pada bab tinjauan pustaka ini harus dielaborasikan hasil peneliti terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang dikaji mahasiswa D3 dan S1 sedemikian rupa sehingga memberikan gambaran perkembangan pengetahuan yang mendasari penulisan skripsi dan tugas akhir. Dengan tinjauan pustaka ini mahasiswa D3 dan S1 juga ingin menunjukkan bahwa ia menguasai ilmu pengetahuan yang mendasari atau terkait dengan permasalahan yang dikaji.

Tinjauan pustaka hendaklah disusun sesuai dengan urutan perkembangan cabang ilmu pengetahuan yang dikandungnya. Tinjauan pustaka berisi pula ulasan tentang kesimpulan yang terdapat dalam setiap judul dalam daftar pustaka dan dalam hubungan ini mahasiswa D3 dan S1 menunjukkan mengapa dan bagaimana dipilihnya topik kajian serta arah yang akan ditempuhnya dalam menyelesaikan pembahasan/penyelesaian topik kajian tersebut.

Bila dipandang perlu untuk tinjauan pustaka dapat disisipkan pada bab-bab isi (sesuai dengan keperluan penulisan dan kelaziman pada masing-masing disiplin keilmuan) dan tidak harus ditulis dalam bab terpisah.

IV.4 Bab-bab dalam Tubuh Utama Skripsi dan tugas akhir

Jumlah bab dibagi menjadi dua bagian. Dalam bab tiga diuraikan secara rinci cara dan pelaksanaan kerja, hasil pengamatan percobaan atau pengumpulan data dan informasi lapangan, pengolahan data dan informasi, analisis dan pembahasan data. Bab ini diberi judul Analisis dan Perancangan Sistem. Sedangkan untuk bab empat berisi tentang pembangunan perangkat lunak yang didasarkan pada analisis di bab tiga serta hasil pengujian Alpha dan Beta. Bab ini diberi judul Implementasi dan Pengujian Sistem.

IV.5 Bab Kesimpulan dan Saran

Bab ini memuat elaborasi dan rincian kesimpulan yang dituliskan pada abstrak. Saran untuk kajian lanjutan serta practical implication dari kerja mahasiswa D3 dan S1 dapat dituliskan pada bab ini. Setiap bab dimulai pada halaman baru. Untuk penulisan kesimpulan didasarkan pada tujuan awal (apakah tercapai atau tidaknya tujuan awal). Sedangkan untuk saran diisi saran untuk pengembangan perangkat lunak.

Bab V Daftar Pustaka

Daftar pustaka bukanlah bab tersendiri. Oleh karena itu tidak diberi nomor bab. Daftar pustaka ditulis pada halaman baru dan judul DAFTAR PUSTAKA dicetak 3 cm di bawah batas atas halaman, dengan huruf kapital tanpa titik di belakang huruf terakhir.

Ada beberapa cara untuk menuliskan daftar pustaka, tetapi cara yang diusulkan untuk dijadikan format adalah cara yang akan diuraikan berikut ini. Daftar pustaka berisi semua pustaka yang digunakan mahasiswa D3 dan S1 dalam menyiapkan dan menyelesaikan skripsi dan tugas akhirnya. Semua pustaka yang tercantum pada daftar pustaka harus benar-benar dirujuk dalam penulisan skripsi dan tugas akhir. Daftar pustaka terdiri atas makalah dan buku yang diterbitkan dan lazimnya dapat ditemukan di perpustakaan. Pustaka yang mengambil halaman website internet merujuk pada aturan yang berlaku di departemen masing-masing. Skripsi dan tugas akhir dan disertasi termasuk dalam daftar pustaka sebab, meskipun tidak diterbitkan, pada umumnya dapat ditemukan di perpustakaan. Sumber-sumber yang tidak diterbitkan tidak dimuat dalam daftar pustaka, tetapi dicantumkan pada catatan kaki (foot-note) pada halaman bersangkutan. Buku ajar (textbook) yang dimuat dalam daftar pustaka supaya diusahakan pustaka yang paling mutakhir.

Pustaka yang berupa makalah di majalah ditulis sebagai berikut :

(1) Nama penulis pertama, nama keluarga ditulis di depan dan diakhiri dengan sebuah koma, kemudian disusul dengan nama kecil atau “misalnya” yang diakhiri dengan sebuah titik diikuti oleh sebuah koma, kemudian diikuti oleh

(2) Nama penulis kedua dan seterusnya, ditulis seperti penulis pertama, disusul oleh tahun dalam tanda kurung, dan diakhiri dengan sebuah koma, disusul oleh

(3) Judul makalah, dituliskan dengan huruf kecil kecuali huruf pertama judul yang ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan sebuah koma, disusul oleh

(4) Nama majalah atau jurnal ditulis dengan huruf miring (italic) dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dengan huruf kapital dan disingkat sesuai dengan kebiasaan internasional dan diakhiri dengan sebuah koma, disusul oleh

(5) Nomor jilid atau volume dicetak tebal, diakhiri dengan sebuah koma, disusul oleh

(6) Halaman awal disusul oleh garis datar dan diikuti oleh halaman akhir makalah.

Contoh lampiran akan menjelaskan lebih lanjut keterangan di atas. Cara penulisan pustaka yang berupa bab atau artikel yang dimuat dalam sebuah buku dapat dilihat pada lampiran. Perbedaan yang jelas adalah ditulisnya judul buku dengan huruf miring dan dicantumkan nama penerbit dan kota penerbit buku.

Cara penulisan pustaka atau artikel yang dimuat dalam sebuah prosiding dengan adanya editor prosiding dapat dilihat pada lampiran. Daftar pustaka disusun berurutan secara abjad menurut nama keluarga penulis pertama. Baris-baris dari setiap pustaka dicetak dengan jarak satu spasi, sedangkan baris pertama dari pustaka berikutnya dicetak satu setengah spasi di bawah garis terakhir pustaka yang mendahuluinya.

Di sini perlu dicatat tentang penulisan nama Indonesia, sebab tidak semua nama Indonesia mengandung nama keluarga. Nama Indonesia yang tidak mengandung nama keluarga ditulis seperti dikehendaki yang mempunyai nama tersebut, yaitu seperti ditulisnya sendiri pada waktu menulis makalah atau bukunya.

Bab VI Cara Membuat Gambar Dan Tabel

VI.1 Gambar

Pada buku pedoman ini istilah gambar mencakup gambar, ilustrasi, grafik, diagram, denah, peta, bagan, monogram, diagram alir, dan potret. Gambar harus dicetak pada kertas yang dipakai untuk naskah skripsi dan tugas akhir. Gambar asli dibuat dengan printer atau plotter atau pencetak gambar sejenis yang berkualitas. Huruf, angka dan tanda baca lain yang dipakai pada gambar harus jelas.

VI.2 Gambar yang Tidak Dapat Diterima

Gambar yang tidak dapat diterima sebagai bagian dari naskah skripsi dan tugas akhir adalah:

(1) gambar yang dibuat pada kertas grafik

(2) gambar yang dibuat pada kertas grafik kemudian kertas grafik tersebut ditempel pada kertas naskah

(3) gambar yang dibuat pada kertas lain yang ditempel pada kertas naskah.

VI.3 Cara Meletakkan Gambar

Garis batas empat persegi panjang gambar, diagram atau ilustrasi (garis batas tersebut dapat berupa garis semu) diletakkan sedemikian rupa sehingga garis batas tersebut tidak melampaui batas kertas yang boleh dicetak. Gambar diletakkan simetrik (centered) terhadap batas kertas yang boleh dicetak. Sisi terpanjang dari garis batas gambar dapat diletakkan sejajar lebar kertas atau sejajar panjang kertas. Untuk hal yang disebut terakhir, gambar sebaiknya dibuat pada halaman tersendiri tanpa teks naskah untuk memudahkan pembacaan.

Gambar dengan sisi terpanjang sejajar lebar kertas boleh diletakkan di tengah halaman di antara baris-baris kalimat teks. Dalam hal ini garis batas atas gambar harus terletak tiga spasi di bawah garis kalimat sebelumnya. Teks setelah gambar harus terletak tiga spasi di bawah baris terakhir gambar. Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar. Judul gambar harus sama dengan judul gambar yang tercantum pada halaman daftar gambar dan ilustrasi. Gambar yang memerlukan halaman yang lebih lebar dari halaman naskah dapat diterima. Gambar yang memerlukan satu lipatan untuk mencapai ukuran halaman naskah dapat dimasukkan ke dalam teks batang tubuh skripsi dan tugas akhir. Gambar yang lebih besar dari itu sebaiknya dimasukkan dalam lampiran.

VI.4 Penomoran Gambar dan Pemberian Judul Gambar

Setiap gambar dalam naskah skripsi dan tugas akhir diberi nomor. Nomor gambar terdiri atas dua angka yang dipisahkan oleh sebuah titik. Angka pertama yang ditulis dengan angka Romawi menunjukkan nomor bab tempat gambar tersebut dimuat, sedangkan angka kedua yang ditulis dengan angka Arab menunjukkan nomor urut gambar dalam bab.

Judul atau nama gambar ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama kata pertama yang ditulis dengan huruf kapital. Baris-baris judul gambar dipisahkan oleh jarak satu spasi.

VI.5 Potret

Potret hitam putih dan potret warna yang dicetak pada kertas mengkilat dapat diterima. Potret ditempatkan pada kertas naskah dengan lem yang tidak mudah terlepas. Potret dianggap gambar, karena itu diberi nomor dan judul seperti halnya gambar. Potret dapat pula dipindai (di scan àlebih disarankan).

VI.6 Sumber Gambar

Gambar yang dikutip dari sumber lain dijelaskan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun atau nomor urut pustaka di daftar pustaka belakang atau di bawah judul.

VI.7 Tabel

Tabel dibuat pada kertas naskah. Huruf dan angka tabel harus dicetak (tidak ditulis tangan). Kolom-kolom tabel disusun sedemikian rupa sehingga tabel mudah dibaca. Suatu angka dengan angka di bawah atau angka di atasnya berjarak satu spasi. Hal penting adalah agar tabel mudah dibaca. Seperti pada gambar, tabel juga mempunyai garis batas yang pada umumnya berupa garis semu. Tabel diletakkan pada halaman naskah sedemikian rupa sehingga garis batas tidak melampaui batas kertas yang boleh dicetak dan tabel terletak simetrik (centered) di dalamnya.

Kolom tabel dapat diletakkan sejajar dengan lebar kertas atau sejajar dengan panjang kertas. Dalam hal terakhir ini sebaiknya seluruh halaman diisi dengan tabel tanpa teks naskah. Tabel boleh diletakkan di tengah halaman di antara baris-baris kalimat teks tubuh utama skripsi dan tugas akhir. Dalam hal ini garis batas bawah tabel harus terletak tiga spasi di atas kalimat teratas di bawah tabel.

Di atas garis batas atas tabel dituliskan nomor dan judul tabel. Jika judul tabel terdiri atas dua baris atau lebih, baris-baris tersebut dipisahkan dengan satu spasi. Cara menuliskan nomor dan judul tabel sudah dijelaskan dalam bab III anak-bab 9 di halaman 11 buku pedoman ini.

Baris pertama judul tabel harus terletak tiga spasi di bawah garis terakhir teks, sedangkan baris terakhir judul harus terletak dua spasi di atas garis batas atas tabel. Tabel yang memerlukan kertas yang lebih besar dari halaman naskah dapat diterima. Akan tetapi sebaiknya hanya tabel yang jika dilipat satu kali sudah mencapai ukuran halaman naskah saja yang dimasukkan dalam teks tubuh utama. Tabel yang lebih besar diletakkan pada lampiran.

VI.8 Tabel Data Sekunder

Pada data sekunder yang berbentuk tabel dan berasal dari satu sumber dicantumkan nama penulis dan tahun nomor urut pustaka dalam daftar pustaka di belakang atau di bawah judul tabel. Tabel yang memuat data yang dikutip dari beberapa sumber, tiap kumpulan data dari satu sumber diberi cetak atas (superskrip), dan superskrip tersebut dijelaskan pada catatan kaki di bawah tabel. Sumber tersebut dapat pula dituliskan pada satu kolom khusus pada tabel; dalam hal ini tidak diperlukan superskrip.

Bab VII Pedoman Lain

VII.1 Lambang

Lambang variabel digunakan untuk memudahkan penulisan variabel tersebut dalam rumus dan dalam pernyataan aljabar lainnya. Semua huruf dalam abjad latin dan abjad Yunani, baik huruf kapital maupun huruf kecil, dapat digunakan sebagai lambang variabel. Lambang dapat terdiri atas satu atau dua huruf. Lambang dapat diberi cetak bawah (subskrip) atau cetak atas (superskrip) atau keduanya.

Subskrip dapat berupa huruf atau angka atau keduanya, demikian juga superskrip. Beberapa lambang ditulis dengan cetak miring. Sebagai petunjuk umum, pilihlah lambang yang sudah lazim digunakan pada bidang anda. Awal kalimat tidak dibenarkan dimulai dengan lambang variabel. Jadi, susunlah kalimat sedemikian rupa sehingga tidak perlu diawali dengan sebuah lambang variabel.

VII.2 Satuan dan Singkatan

Satuan yang digunakan dalam skripsi dan tugas akhir adalah satuan S.I. Singkatan satuan yang digunakan adalah seperti yang dianjurkan oleh S.I. Singkatan satuan ditulis dengan huruf kecil tanpa titik di belakangnya atau dengan lambang. Singkatan satuan tidak dituliskan dengan huruf dicetak miring (italic). Singkatan satuan dapat terdiri atas satu, dua atau sebanyak-banyaknya empat huruf Latin.

Singkatan satuan dapat dibubuhi huruf awal atau lambang seperti µ (mikro), m (mili), c (centi), d (desi), h (hekto), k (kilo), atau M (mega). Satuan sebagai kata benda ditulis lengkap. Demikian juga satuan yang terdapat pada awal kalimat ditulis lengkap. Satuan yang menunjukkan jumlah dan ditulis di belakang, ditulis dengan singkatannya.

VII.3 Angka

Yang dimaksud dengan angka pada anak-bab ini adalah angka Arab. Angka digunakan untuk menyatakan:

(1) besar-tentu ukuran (misalnya, 174 cm), massa (81,0 kg), suhu (250), persentase (95,7%) dan lain-lain;

(2) nomor halaman;

(3) tanggal (17 Desember 1962);

(4) waktu (pukul 10.45 pagi);

(5) bilangan dalam perhitungan aljabar dan dalam rumus, termasuk bilangan pecahan;

(6) lain-lain.

Tanda desimal dinyatakan dengan koma, misalnya 25,5 (dua puluh lima setengah). Tanda ribuan dinyatakan dengan titik, misalnya 1.000.000 (satu juta). Bilangan dalam kalimat yang lebih kecil dari sepuluh dapat ditulis dengan kata-kata, misalnya enam perguruan tinggi; tetapi lebih besar dari sepuluh digunakan angka, misalnya 17 buah mangga.

Besar tak tentu dan bilangan yang digunakan untuk menyatakan besar secara umum ditulis dengan kata-kata, misalnya sepuluh tahun yang lalu, usia empat puluh tahun, setengah jam mendatang, lima kali sehari, beberapa ratus sentimeter dan lain-lain.

Awal sebuah kalimat tidak boleh dimulai dengan sebuah angka. Jika awal kalimat memerlukan bilangan atau angka, tulislah bilangan tersebut dengan kata-kata; atau ubahlah susunan kalimat sedemikian rupa sehingga bilangan tadi tidak lagi terletak pada awal kalimat. Hindarilah penggunaan angka Romawi untuk menyatakan bilangan karena tidak segera dapat dimengerti dengan mudah.

VII.4 Cetak Miring (Italic)

Ukuran huruf yang dipakai untuk cetak miring harus sama besar ukurannya dengan huruf untuk naskah. Cetak miring digunakan untuk judul buku dan untuk nama majalah ilmiah. Lihat contoh-contoh pada daftar pustaka pada lampiran 12 buku pedoman ini. Pada umumnya cetak miring digunakan pada kata atau istilah untuk memberikan penekanan khusus atau menarik perhatian.

Di bidang ilmu seperti botani, zoology, geologi dan lain-lain, perlu dibuat pedoman khusus tentang pemakaian cetak miring untuk nama tumbuh-tumbuhan, nama binatang, nama batu-batuan dan lain-lain. Cetak miring harus digunakan untuk nama spesies organisme, contoh Sonchus arvensis L..

VII.5 Penulisan Rumus dan Perhitungan Numerik

Sebuah rumus diletakkan simetrik (centered) dalam batas kertas yang boleh dicetak. Rumus yang panjang ditulis dalam dua baris atau lebih. Pemotongan rumus panjang dilakukan pada tanda operasi aritmetik, yaitu tanda tambah, tanda kurung, tanda kali dan tanda bagi (bukan garis miring). Tanda operasi aritmetik tersebut didahului dan diikuti oleh sedikitnya satu rongak (ruang antara dua kata).

Pangkat dituliskan setengah spasi di atas lambang variabel. Hindarkan pemakaian tanda akar () dan pakailah pangkat pecahan. Penulisan bilangan pecahan sebaiknya tidak dilakukan dengan menggunakan garis miring. Pakailah tanda kurung dalam pasangan-pasangan secukupnya untuk menunjukkan hierarki operasi aritmetik dengan jelas. Hierarki tanda kurung dalam buku pedoman ini ditentukan sebagai berikut :

[{( )}]

Setiap rumus diberi nomor yang dituliskan di antara dua tanda kurung. Nomor rumus terdiri atas dua angka yang dipisahkan oleh sebuah titik. Angka pertama, yang berupa angka Romawi, menunjukkan bab tempat rumus tersebut terletak. Angka kedua yang berupa angka Arab, menunjukkan nomor urut rumus dalam bab. Substitusi variabel dengan harganya untuk operasi aritmetik dituliskan seperti pada penulisan rumus. Dalam hal ini, hindarkan pemakaian titik sebagai lambang operator kali.

VII.6 Cara Penulisan Judul Bab dan Judul Anak Bab

Sebagian dari cara penulisan judul bab dan judul anak-bab sudah dijelaskan dalam bab III anak-bab 6 pada halaman 9 buku pedoman ini. Kata “bab” ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama diikuti oleh nomor bab yang ditulis dengan angka Romawi, seperti misalnya Bab I. Bab dan nomornya tersebut dicetak 3 cm di bawah batas tepi atas tanpa diakhiri titik di belakang angka Romawi dan diletakkan secara simetrik (centered) dalam batas kertas yang boleh dicetak. Bab baru ditulis pada halaman baru.

Judul bab dicetak sejajar dengan di bawah nomor bab. Judul bab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama, tanpa titik di belakang huruf terakhir. Jika judul bab terdiri atas dua baris, baris kedua dimulai dengan baris baru. Judul bab diletakkan secara simetrik (centered) dalam batas kertas yang boleh dicetak.

Judul anak-bab dicetak tiga spasi di bawah garis terakhir judul bab atau baris terakhir dari anak-bab yang mendahuluinya. Judul anak-bab dicetak tebal dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari tiap kata yang ditulis dengan huruf kapital. Nomor anak-bab dicetak tebal pada batas tepi kiri. Judul anak-bab tidak diakhiri dengan sebuah titik.

VII.7 Kutipan

Rumus, kalimat, paragraf, atau inti pengertian yang dikutip dari salah satu makalah atau uku dalam daftar pustaka cukup ditunjukkan dengan menuliskan angka urut akalah/buku tersebut di daftar pustaka. Nomor urut makalah/buku tersebut ditulis di antara dua tanda kurung ( ). Nomor halaman atau nomor bab dalam buku pustaka, jika belum tercantum dalam daftar pustaka, sebaiknya disertakan dan ditulis di belakang tanda kurung nomor urut. Suatu cara alternatif yang juga dibolehkan ialah dengan menyebutkan, dalam kurung, nama penulis pertama masalah yang dikutip diikuti dengan tahun masalah itu dikemukakan untuk pertama kali.


LAMPIRAN


Times New Roman,

14 pt, Bold, Capital,

Spasi 1, Center


CONTOH COVER SKRIPSI S1

SISTEM INFORMASI KUALITAS AIR

DI PUSAT LITBANG SUMBER DAYA AIR

BERBASIS CLIENT-SERVER


Times New Roman,

12 pt, Bold, Capital,

Center

SKRIPSI


Times New Roman,

12 pt, Spasi 1, Center

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia


Times New Roman,

14 pt, Bold, Capital,

Spasi 1, Center

ADAM MUKHARIL

10104007


Logo Unikom,

Hitam Putih, Center

Ukuran 1,86” x 1,86”


Times New Roman,

14 pt, Bold, Capital,

Spasi 1, Center

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

2009

Contoh Penulisan ABSTRAK dalam bahasa Indonesia pada Buku TUGASAKHIR (BUKAN PADA FORMAT JURNAL)

ABSTRAK

(Ukuran Font 14)

STUDI DAN ANALISIS ICMP TRACEBACK UNTUK

PENANGANAN SERANGAN DISTRIBUTED DENIAL of

SERVICE PADA JARINGAN KOMPUTER

(Ukuran Font 13)

Oleh

(Ukuran Font 12)

Nama Mahasiswa

10102xxx

(Ukuran Font 13)

( Isi ABSTRAK Ukuran Font 12, ukuran spasi 1)

Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) muncul pertama kali di summer1999. Serangan macam ini dapat melibatkan ratusan atau beribu-ribu mesin weakly-secured (sistem keamanan lemah), serangan ini menyebabkan kerusakan pada program servis standar jaringan, dan melemahkan konfigurasi sistem operasi. Setelah menerobos komputer (lewat hacking), attacker menginstal software DDoS pada mesin-mesin tersebut, sehingga attacker dapat mengendalikan semua mesin untuk melakukan serangan secara terkoordinasi ke korban. Cara lain menginstall software di komputer lain adalah menggunakan social engineering lewat e-mail atau chat lewat internet. Serangan DDoS secara khas membuat bandwidth meningkat, kapasitas pemrosesan router meningkat, resource network menjadi stack, dan membuat koneksi ke jaringan korban sulit.

Serangan DDoS sangat sukar dicegah oleh karena sifat jaringan Internet terbuka, basis interkoneksi ke Internet adalah protokol, ini dapat digunakan sebagai beberapa cara untuk meniadakan servis. Hal yang sulit dan kadang-kadang mustahil untuk mendeteksi asal suatu serangan terdistribusi sebab hackers dapat menyembunyikan identitas mereka dengan menggunakan pihak ketiga, seperti lewat private channel pada IRC (Internet Relay Chat). Mereka juga dapat memberikan IP address palsu, spoofing, ke dalam paket yang dikirimkan ke mesin intermediate (perantara).

Banyak paper yang menuliskan metode penanggulangan serangan DDoS seperti ICMP Traceback, Probabilistic IP Traceback, Phusback, Tunneling – IP Overlay, Mengontrol flooding, Ingress Filtering, Egress Filtering,Center track, dan Honeypots.

Dst………………………………………………………………………

Contoh Penulisan ABSTRAK dalam bahasa Inggris pada Buku TUGASAKHIR (BUKAN PADA FORMAT JURNAL)

ABSTRACT

(Ukuran Font 14)

STUDY AND ANALYSIS ICMP TRACEBACK FOR DEFENSE

AGAINTS DISTRIBUTED DENIAL of SERVICE ATTACKS IN

COMPUTER NETWORK

(Ukuran Font 13)

by

(Ukuran Font 12)

Nama Mahasiswa

10102xxx

(Ukuran Font 13)

( Isi ABSTRACT Ukuran Font 12, ukuran spasi 1)

Distributed denial of service (DDoS) attacks first appeared in the summer 1999. This kind of attack can involve breaking into hundreds or thousands of weaklysecured machines, using well-known defects in standard network service programs, and common weak configurations in operating systems. After breaking into computers the attacker installs DDoS software on them, allowing him to control all these burgled machines to launch coordinated attacks on victim sites. Another way to get software installed on other computers is to use social engineering by e-mail or Internet chat. These attacks typically exhaust bandwidth, router processing capacity, or network stack resources, breaking network connectivity to the victims.

DDoS attacks are difficult to prevent because of the open, interconnected nature of the Internet and its underlying protocols, which can be used in several ways to deny service. It is difficult and sometimes impossible to detect the origin of a distributed attack because hackers may hide their identity using third parties, such as private chat channels on IRC (Internet Relay Chat). They can also insert a false return IP address, spoofing, into the packets that an intermediate machine sends.

Many paper writing down method handling of DDOS attacks like : ICMP Traceback, Probabilistic IP Traceback, Phusback, Tunneling – IP Overlay, Controlling flooding, Ingress Filtering, Egress Filtering, Center Track, and Honeypots

Next explain……..

Contoh Halaman Daftar Singkatan dan Lambang

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

SINGKATAN

Nama

Pemakaian pertama kali pada halaman

N.M.R.

HPLC

PCR

LAMBANG

A

a1

aij

b

b

c0

.

.

.

α1

α2

δ

.

.

Nuclear Magnetic Resonance

High Performance Liquid Chromatography

Polymerase Chain Reaction

Konstanta pada hubungan tegangan kecepatan

Fungsi reaksi variabel dalam

Koefisien persamaan diferensial dari persamaan dasar perambatan gelombang

Vektor Burger

Gaya badan spesifik

Kecepatan rambat elastik

Variabel internal pertama

Variabel internal kedua

Koefisien Viskositas

Eksponen karakteristik bahan

1

10

13

17

20

24

15

26

31

35

28

48

53

dan seterusnya


Contoh Halaman Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

1. Baker, A.A., Sosro, K., Suditomo, B. (1998), Pembakaran hutan di Kalimantan, Majalah Kehutanan, 5, 23 – 25.

2. Cotton, F.A. (1998), Kinetics of gassification of brown coal, J. Am. Chem. Soc. 54, 38 – 43.

3. Hill, R. (1997), The Mathematical Theory of Plasticity, Oxford Press, Oxford, 545 – 547.

4. Stark, H. (1998), The dynamics of surface adsorption, Proceedings of the International Congress on Current Aspects of Quantum Chemistry, London, U.K., Carbo R., Editor, Prentice Hall, 24 – 36.

5. Thomas, J. (1998), Pretreatment of lanthanide, dalam Transition Elements, Bab 2, Scott, A.I, Editor, Oxford, 56 – 98.

6. Wijaya, R. (1996), Diagnosis Penyakit Tipus dengan Metode PCR, Disertasi Program Doktor, Institut Teknologi Bandung, 25 – 29.

Catatan

Daftar ini menunjukkan cara penulisan majalah (1 dan 2), buku (3), prosiding (4), buku yang tiap babnya ditulis oleh penulis yang berlainan disertai editor (5), disertasi program doktor (6).

KERANGKA PENULISAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:31 pm
Tags:

Penulisan Proposal Tugas Akhir ini terdiri dari:

1. Latar Belakang Masalah

Berisi alasan dari masalah yang akan diambil sebagai topik tugas akhir yang dibuat. Mengapa mengambil/ memilih topik tugas akhir yang akan diselesaikan tersebut.

2. Identifikasi Masalah

Berisi perumusan-perumusan masalah yang timbul dari latar belakang masalah.

3. Maksud dan Tujuan

Berisi mengenai maksud dan tujuan yang akan dicapai yang berhubungan dengan masalah yang diambil dalam tugas akhir.

4. Batasan Masalah

Berisi mengenai ruang lingkup kajian dari masalah yang diambil dan disesuaikan dengan maksud dan tujuan.

5. Metodologi Penelitian

Berisi mengenai tahapan penyelesaian tugas akhir (Gunakan langkah sesuai dengan topik tugas akhir yang diambil)

6. Sistematika Penulisan

Berisi mengenai rancangan penulisan secara sistematis yang disesuaikan dengan topik tugas akhir.

7. Jadwal Kegiatan

Berisi mengenai rencana kegiatan penyelesaian tugas akhir yang akan dilakukan.

8. Daftar Pustaka

Berisi mengenai referensi dasar yang menjadi acuan dalam menyelesaikan tugas akhir.

Contoh Proposal

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:23 pm
Tags:

Contoh Proposal:

PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM DENGAN MEGGUNAKAN MODEL JARINGAN SARAF TIRUAN

(Studi kasus di Bursa Saham Jakarta)

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh :

XXXXXX

101940xx

PROGRAM STUDI S1

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

2007


LEMBAR PENGESAHAN

PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL JARINGAN SARAF TIRUAN

(Studi kasus di Bursa Saham Jakarta)

PROPOSAL SKRIPSI

OLEH :

XXXXXX

101940xx

Telah disetujui dan disahkan sebagai proposal

di Bandung, pada tanggal

Pembimbing

(                                 )
NIP.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pasar saham merupakan pasar yang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti ekonomi, politik dan bahkan psikologi, dan faktor-faktor ini saling berinteraksi satu dengan lainnya dalam suatu cara yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, secara umum sangatlah sulit untuk memprediksi pergerakan dari pasar saham.

Masalah prediksi dalam pasar saham telah menjadi topik penelitian yang sangat banyak dibahas pada tahun belakangan ini. Secara umum terdapat tiga cara pandang  berbeda  yang didasarkan pada kemampuan untuk mendapatkan keuntungan dari equity market. Cara pandang pertama mempercayai bahwa tidak ada investor yang dapat memperoleh keuntungan perdagangan di atas rata-rata yang didasarkan pada informasi terdahulu dan informasi sekarang. Teori-teori yang mendasari cara pandang ini adalah Random Walk Hypothesis dan Efficient Market Hypothesis [5].

Cara pandang kedua tergolong pada analisis fundamental (fundamental analysis) yang melihat lebih mendalam pada kondisi finansial dan hasil suatu operasi dari perusahaan tertentu dan prilaku yang mendasari saham gabungannya. Cara pandang ketiga tergolong pada analisis teknikal (technical analysis) yang mengasumsikan bahwa pasar saham bergerak mengikuti suatu trend tertentu dan trend ini dapat ditangkap dan digunakan untuk melakukan prediksi. Teknik statistika konvensional untuk memprediksi pasar saham sudah banyak dilakukan dalam analisis fundamental maupun analisis teknikal dan hasil yang diperoleh menunjukkan adanya batasan dalam penerapannya yang diakibatkan nonlinearitas pada himpunan data [1].

Jaringan saraf tiruan adalah suatu teknik yang menggabungkan analisis fundamental dan analisis teknikal. Jaringan saraf tiruan merupakan model nonlinear yang dapat melakukan pelatihan (training) untuk memetakan nilai masa lalu dan nilai sekarang dari data time-series dan mampu untuk meng-ekstrak struktur tersembunyi dan keterhubungan yang membangun data.

Jaringan saraf tiruan didasarkan pada sistem pemrosesan informasi yang struktur dan fungsinya dimotivasi oleh proses kognitif (cognitive process) dan struktur organisasi dari sistem saraf-biologi (neuro-biological systems) [4]. Penerapan jaringan saraf tiruan muncul pada banyak bidang seperti komputer sains, rekayasa, medis dan diagnosa kriminal, investigasi biologi dan penelitian ekonomi. Dalam penerapan jaringan saraf tiruan untuk memprediksi pasar saham telah banyak dilakukan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sitte [13], menunjukkan bahwa penggunaan jaringan saraf tiruan untuk memprediksi S&P500 tidak berhasil, sedangkan dalam penelitian Kutsurelis [8], diperoleh hasil prediksi mengenai kenaikan harga saham mencapai keakuratan 93.3 % dan penurunan harga saham mencapai keakuratan 88.07 %. Sedangkan penelitian di Indonesia telah dilakukan oleh Budi Bambang DP, et.al [3] yang melakukan prediksi pasar saham di Indonesia. Pada penelitian ini, mereka hanya mengambil dua perusahaan yaitu Semen Gresik (SMGR) dan Gudang Garam (GGRM). Hasil penelitian menunjukkan suatu hasil prediksi yang cukup akurat pada dua perusahaan tersebut.

Berdasarkan hal di atas, di sini penulis tertarik untuk memperluas penggunaan jaringan saraf tiruan dalam memprediksi pasar saham dengan membangun suatu perangkat lunak. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang didasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan [3]. Perluasan yang dilakukan adalah dalam hal jumlah perusahaan yang dilibatkan. Hal ini dimaksudkan untuk melihat konsistensi dari jaringan saraf tiruan dalam memprediksi harga saham dari berbagai perusahaan.

1.2 Identifikasi Masalah

Prediksi harga saham adalah suatu hal yang melibatkan interakasi yang sangat kompleks antara keadaan pasar yang tidak stabil dan faktor proses acak yang tidak diketahui. Data dari harga saham dapat ditentukan oleh data time series. Jika kita memiliki data harian dari suatu periode tertentu, contohnya  maka harga saham untuk periode selanjutnya  dapat diprediksi (waktu yang digunakan dapat berupa perjam, harian, mingguan, bulanan atau tahunan). Dalam penggunaan jaringan saraf tiruan, pemilihan input data untuk jaringan mempunyai peranan penting agar diperoleh hasil prediksi yang baik. Selanjutnya perumusan masalah dapat dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut :

  1. Bagaimana cara membuat perangkat lunak untuk prediksi harga saham dari setiap perusahaan dengan menggunakan arsitektur jaringan syaraf tiruan?
  2. Variabel input apa saja yang akan dimasukkan ke dalam jaringan ?

1.3  Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengaplikasikan model Jaringan Syaraf tiruan dalam memprediksi harga saham

Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengidentifikasi variabel input sebelum dimasukkan ke dalam jaringan.
  2. Untuk menganalisis arsitektur jaringan yang dibangun sehingga mendapatkan arsitektur jaringan yang baik.
  3. Untuk menganalisis adanya perbedaan hasil prediksi harga saham dari setiap perusahaan jika menggunakan arsitektur jaringan yang sama.
  4. Untuk menganalisis penyebab adanya perbedaan arsitektur jaringan dalam memprediksi harga saham.
  5. Untuk menganalisis keunggulan dari arsitektur jaringan dalam memprediksi harga saham dengan perangkat lunak yang dibangun.
  6. Untuk menganalisis pengaruh penambahan variabel input dalam keakuratan prediksi jaringan saraf tiruan dengan perangkat lunak yang dibuat.

1.4 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir  ini adalah sebagai berikut :

  1. Tahap pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi Literatur.

Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.

b. Observasi.

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil.

c. Interview.

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil.

2.   Tahap pembuatan perangkat lunak.

Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall, yang meliputi beberapa proses diantaranya:

  1. a. System / Information Engineering

Merupakan bagian dari sistem yang terbesar dalam pengerjaan suatu proyek, dimulai dengan menetapkan berbagai kebutuhan dari semua elemen yang diperlukan sistem dan mengalokasikannya kedalam pembentukan perangkat lunak.

  1. b. Analisis

Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.

  1. c. Design

Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam bentuk yang mudah dimengerti oleh user.

  1. d. Coding

Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang keadalam bahasa pemrograman tertentu.

  1. e. Pengujian

Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun.

  1. f. Maintenance

Tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat mengalami perubahan–perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user.

1.5 Batasan Masalah

Penelitian yang telah banyak dilakukan dalam memprediksi harga saham menyebabkan adanya perbedaan di dalam penggunaan jaringan saraf tiruan. Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah sebagai berikut :

  1. Data yang diambil sebagai input jaringan didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Trippi, et .al [12] sebanyak tiga variabel input dan penelitian yang dilkukan oleh Budi Bambang DP, et.al [3] sebanyak 5 variabel input.
  1. Sumber data berasal dari Bursa Saham Jakarta
  2. Algoritma pembelajaran yang digunakan adalah backpropagation.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal penelitian ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan tentang latar belakang permasalahan, mencoba merumuskan inti permasalahan yang dihadapi, menentukan tujuan dan kegunaan penelitian, yang kemudian diikuti dengan pembatasan masalah, asumsi, serta sistematika penulisan.

BAB II. LANDASAN TEORI

Membahas berbagai konsep dasar dan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan dan hal-hal yang berguna dalam proses analisis permasalahan serta tinjauan terhadap penelitian-penelitian serupa yang telah pernah dilakukan sebelumnya termasuk sintesisnya.

BAB III. ANALISIS MASALAH

Menganalisis masalah dari model penelitian untuk memperlihatkan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta model matematis untuk analisisnya.

BAB IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

Merupakan tahapan yang dilakukan dalam penelitian secara garis besar sejak dari tahap persiapan sampai penarikan kesimpulan, metode dan kaidah yang diterapkan dalam penelitian. Termasuk menentukan variabel penelitian, identifikasi data yang diperlukan dan cara pengumpulannya, penentuan sampel penelitian dan teknik pengambilannya, serta metode/teknik analisis yang akan dipergunakan dan perangkat lunak yang akan dibangun jika ada.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dan saran yang sudah diperoleh dari hasil penulisan tugas akhir.

1.7 Jadwal Kegiatan

No Tahap Februari Maret April Mei Juni
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 Pengumpulan Referensi
2 PembuatanProposal
3 Pengumpulan Proposal
4 Perbaikan Proposal
5 Masa Bimbingan  I
6 Laporan Kemajuan I
7 Masa Bimbingan  II
8 Laporan Kemajuan II
9 Masa Bimbingan  III
10 Laporan Kemajuan III
11 Persiapan Seminar

1.8  Daftar Pustaka

[1]        A.N. Refenes, A. Zapranis and G.Francis, Stock performance modeling using neural networks : a comparative study with regression models, Neural Network 5 (1994) 961-970.

[2]        B. Tak, a New Method for Forecasting stock Prices using Artificial Neural Network and Wavelet Theory, Doctor’s Thesis, University of Pennsylvania, 1995.

[3]        Budi Bambang, et. al, Indonesia stock market prediction (SMGR/GGRM) using time series (feedforward) neural network

[4]        C. Stergiou, What is Neural Network?, SURPRISE 96 journal, vol1, Imperial College, 1996.

[5]        E.E. Peters, Chaos and order in the capitalmarkets : A new view of cycles, prices, and market volatility, John Wiley & Sons Inc, 1991.

[6]        E.F .Fama, The behaviour of stock market prices, J. Business (Jan. 1965) 34 – 105.

[7]        Grudnitski, G. and L. Osburn, ” Forecasting S&P and Gold Futures : An application of neural network”, journal of futures markets, 13(6), 1993, 631-43.

[8]        J.E. Kutsurelis, Forecasting Financial Markets Using Neural Networks : An Analysis of methods and accuracy, Master’s Thesis, Naval Postgraduate School, September 1998.

[9]        Kryzanwski. L, Galler, M., Wright, D.W., Using artificial network to pick stocks, financial analyst journal, August 1993, pp. 21-27

[10]      Manfred Steiner and Hans-Georg Wittkemper. Neural networks as an alternative stock market model. In neural networks in the Capital markets, chapter 9, pages 137-148, John Wiley and Sons, 1995.

[11]      Ramon Lawrence. Using neural networks to forecast stock market prices, 1997.

[12]      R.R.Trippi and E. Turban, Neural Networks in finance and investing : Using artificial intelligence to improve real world performance, Irwin Professional Pub, 1996.

[13]      R. Sitte and J. Sitte, Analysis of Predictive Ability of Time Delay Neural Networks Applied to the S&P 5oo Time series, proceedings of the IEEE Transactions on systems, man an Cybernatics – Part C : Applications and reviews, vol. 30, No 4, pages 568-572, November 2000.

[14]      Schoeneburg, E., Stock Price prediction using neural networks : a project report, Neurocomputing, vol. 2, 1990, pp. 17-27.

[15]      Swales, G.S. Jr. Yoon Y, applying artificial neural network to investment analysis.

[16]      T. Kimoto, K. asakawa, M.Yoda, and M. Takeoka, Stock market prediction system with modular neuralnetworks. In Proceedings of the international Joint Conference on Neural Networks, volume 1, pages 1-6,1990.

[17]      http://www.Investovedia.com/university/stocks/, stockbasic tutorial.

.

[18]      Y. Yoon and G. Swales. Predicting stock price performance : A neural network approach. In Neural Networks in Finance and Investing, chapter 19, pages 329-342, Probus Publishing Company, 1993.

[19]      Yoon, Y., guimares, T., Swales, G., Integrating artificial neural networks with rule based expert systems, Decision support Systems, vol. 11, 1994, pp. 495-57.

Cara mengcrack software billing explore

Filed under: Uncategorized — phuthend @ 6:12 pm
Tags:

Cara mengcrack software billing explore :

Pertama Copy file Cracknya (CRACK30G) ke folder tempat anda menginstal Billing Explore (Biasanya di C:\Program Files\Billing-Explorer 4.38 R-08 GAME)

Setelah itu anda klik double pada file CRACK30G untuk menjalankan cracknya, Kemudian klik apply crack !

Setelah itu akan ada tampilan Patch Success.

Selanjutnya Ikuti instruksi di bawah ini.

Lihat Gambar diatas ! Pertama buka program Billing Explore (Start >>All Programs >> Billing Explore 4.30 ….>>30 Client)

Setelah itu billing akan terbuka seperti gambar di bawah ini :

Nah…. Untuk Mulai melakukan pengcrackan, Pada tampilan di atas Klik Help >> Registrasi

Setelah anda klik registrasi maka akan muncul window baru seperti di bawah ini :

Nah Lengkapi Form tersebut sesuai dengan Informasi Warnet anda !

Contohnya seperti gambar di bawah ini !

Nah Setelah anda selesai melengkapi atau mengisi form tersebut diatas Klik Continue !

Setelah itu akan muncul popup dengan tampilan seperti di bawah ini :

Klik Yes Untuk Melanjutkan !

Setelah itu anda akan dihadapkan lagi dengan tampilan di bawah ini :

Copy paste code seperti petunjuk yang tertulis dengan warna merah pada gambar di atas !

Jadinya Seperti di bawah ini :

Kemudian tingal klik “REGISTRASI”

Kemudian akan ada tampilan seperti di bawah ini :

Klik Yes

Kemudian akan tampil lagi seperti di bawah ini :

Klik “OK”

Seperti yang tertulis pada gambar diatas :

Program harus di close dulu kemudian dijalankan lagi !

Saat anda Close program maka anda akan dimintai Password ADMINISTRTOR atau Password Exit Billing.

(Sekedar pemberitahuan : Semua password default program ini adalah 008 )

 

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.